catatanlepas.com

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • black color
Home Komputer Tips dan Trik Tips Untuk Memaksimalkan History di Linux

Tips Untuk Memaksimalkan History di Linux

Email Cetak PDF
History merupakan perintah di dalam *nix yang digunakan untuk melihat perintah-perintah apa yang sudah dituliskan di dalam OS *nix. Perintah tersebut sangat membantu bagi para sistem administrator untuk mengecek perintah-perintah apa saja yang sudah dituliskan di dalam sistemnya. Di bawah ini ada beberapa tips agar perintah history dapat lebih berguna bagi para sistem admin. Perlu diketahui bahwa penulis menggunakan Centos 5.5 sebagai OS.

1. Menampilkan tanggal dan waktu di history
Secara default, history tidak menampilkan tanggal dan waktu kapan sebuah perintah itu ditulis di dalam sistem. Untuk menampilkan tanggal dan waktu, maka ketikkan perintah berikut:

export HISTTIMEFORMAT='%F %T '

maka history akan menampilkan tanggal dan waktu. Perhatikan gambar di bawah ini:


 
Namun, karena kita baru menuliskan perintah pada tanggal dan waktu sekarang maka history akan menampilkan tanggal dan waktu saat ini dan hal itu tidaklah masalah. Nanti jika ada yang menuliskan sebuah perintah di dalam sistem kita, maka history akan menampilkan perintah tersebut lengkap dengan tanggal dan waktu pada saat perintah itu dituliskan. Namun sayangnya, jika kita reboot sistem kita maka history akan seperti default kembali alias tidak menampilkan tanggal dan waktu. Maka dari itu, sebaiknya perintah di atas di letakkan di dalam file /etc/bashrc sehingga jika terjadi reboot, history tetap akan menampilkan tanggal dan waktu.

2. Menampilkan history user yang menuliskan perintah di root
Terkadang user-user yang berada di dalam sistem kita mengakses ke root dan menuliskan perintah-perintah di dalam root tersebut. Untuk memonitor apa yang sudah dituliskan di root oleh user tersebut, maka ketikkan skrip berikut di file /etc/bashrc:
export HISTFILE=/root/.bash_hist-$(who am i | awk '{print $1}';exit)
Jika seorang user bernama budi mengakses ke root, maka di /root akan ada file yang bernama .bash_hist-budi. Di file tersebut akan ditampilkan seperti berikut:


 
Angka-angka yang ada di atas setelah tanda # merupakan nomor unik yang berbeda setiap perintah yang dituliskan. Namun harus diketahui bahwa skrip ini hanya akan menampilkan perintah-perintah yang sudah diketikkan oleh seorang user jika user tersebut telah log out atau keliuar dari root. Jika user tersebut masih mengakses ke root, maka skrip tersebut hanya menyimpan dan tidak menampilkan perintah-perintah yang diketikkan oleh user tersebut.

3. Mencari di history
Terkadang kita sudah pernah mengetikkan sebuah perintah di sistem kita namun hal itu berlangsung sangat lama sehingga membuat kita hanya ingat sebagian dari perintah tersebut. Maka dari itu, history mempunyai sebuah fungsi untuk mencari sebuah perintah yaitu dengan menekan tombol ctrl+r sehingga akan keluar pernyataan sebagai berikut:



Ketikkan sebuah huruf yang ada di dalam perintah yang kita hanya ingat sebagiannya saja, maka history akan memberikan perintah tersebut secara lengkap. Kita mengetikkan perintah i, maka history akan menampilkan perintah ifconfig. Jika kita ingin langsung mengeksekusi perintah tersebut, tekan enter. Namun jika kita ingin mengedit perintah tersebut, maka tekan tombol panah kiri atau kanan dan kita bisa mengedit perintah tersebut sesuai dengan keinginan kita.

4. Mengulang Perintah sebelumnya
Terkadang kita ingin mengulang perintah yang sudah kita ketikkan sebelumnya. Ada 4 cara untuk mengulangi perintah tersebut:
1. Tekan tombol panah atas dan tekan enter
2. Ketikkan !! dan tekan enter
3. Ketikkan !-1 dan tekan enter
4. Tekan ctrl+p dan tekan enter

5. Mengeksekusi sebuah perintah tertentu dari history
Ketikkan perintah berikut:
# history | more
Pilih perintah yang akan kita eksekusi lalu ketikkan tanda seru (!) dan nomor dari perintah tersebut. Perhatikan contoh berikut:


5. Eksekusi perintah sebelumnya yang dimulai dengan sebuah kata tertentu
Kita juga bisa mengeksekusi sebuah perintah dari history dengan mengetikkan tanda seru (!) lalu beberapa kata dari perintah yang sudah kita tuliskan sebelumnya. Misal sebelumnya kita sudah mengetikkan perintah ifconfig, maka untuk mengulang kembali perintah tersebut cukup ketikkan:
# !if

6. Mengontrol jumlah perintah di history
Secara default, jumlah perintah di history adalah 1000. Namun kita bisa merubah jumlah tersebut dengan mengubah file /etc/bashrc dan mengetikkan skrip:
HISTSIZE=500 HISTFILESIZE=500
Skrip di atas untuk hanya menampilkan 500 perintah di history

7. Menghilangkan perintah yang berulang dari history

Terkadang kita mengetikkan perintah sampai berulang kali. Agar history tidak menyimpan perintah yang berulang tersebut, maka ketikkan perintah berikut:

# export HISTCONTROL=ignoredups

Perhatikan contoh berikut:


 
History nomor 2, 3, dan 4 merupakan history sebelum perintah HISTCONTROL diterapkan. Setelah HISTCONTROL diterapkan, maka perintah yang berulang hanya ditampilkan sekali saja (lihat history nomor 8). Namun agar perintah HISTCONTROL tidak hilang ketika reboot, maka sebaiknya perintah tersebut dimasukkan ke dalam file /etc/bashrc.

8. Memaksa history agar tidak menyimpan perintah
terkadang kita ingin agar history tidak menyimpan perintah yang kita tulis. Maka dari itu kita bisa memanipulasinya yaitu dengan mengetikkan:
# export HISTCONTROL=ignorespace
Perhatikan gambar berikut:


History tidak menyimpan perintah service httpd status karena sebelum penulis mengetikkan perintah tersebut, penulis menekan tombol spasi/space).

9. Menghapus seluruh history
Untuk menghapus history, gunakan perintah:
# history -c

 
10. Mengganti kata-kata dari perintah di history
Kita bisa mengeksekusi sebuah perintah yang berbeda dengan menggunakan parameter yang sama dari perintah sebelumnya. Perhatikan gambar berikut:



Dan juga kita bisa mendapatkan argumen pertama dari perintah sebelumnya ke perintah yang akan kita eksekusi. Perhatikan gambar berikut:


11. Tidak menggunakan history
Kita juga bisa tidak menggunakan history yaitu dengan mengetikkan:
# export HISTSIZE=0
Namun, hal ini sangat-sangat tidak dianjurkan.

12.Menghilangkan perintah-perintah dasar di history
Terkadang kita ingin menghilangkan perintah-perintah dasar di linux seperti ls,pwd dan sebagainya agar tidak disimpan di history. Kita bisa menuliskan perintah sebagai berikut:
# export HISTIGNORE="pwd:ls:"


Referensi:

10 Sya'ban 1431 H
22 Juli 2010 M

+ 2
+ 1
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Terakhir Diperbaharui ( Jum'at, 19 Agustus 2011 08:07 )  

Tanggal dan Jam


Ulti Clocks content

Browse this website in:


Mutiara Hari Ini

Apabila engkau tidak melihat bulan sabit maka serahkanlah; Kepada manusia yang melihatnya dengan mata kepala (Syair Arab)

Poling

Apakah artikel-artikel di situs ini bermanfaat untuk anda?

(283 votes)

7.8%
92.2%

Waktu Shalat